Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

hadirmu bersama senja

Hadirmu Bersama Senja Senja rona memerah lukis goresan indah bersama hadirnya senyumu dalam balutan rona merah senja dibalik jendela kamar ini kunikmati angin berhembus sepoi menerpa wajah yang lelah terbakar oleh surya dibalik jendela kamar ini kunikmati senyummu dijalan itu bersama hadirnya sang senja ku lukis indahmu, pada dinding-dinding imajiku lalu ku dendangkan namamu mengiringi khayal terindahku mengharapmu, menjadi alunan syimphoni terindah pada daratan anda hidup ku dan menjadi pelabuhan termegah tuk meng-Istirahatkan perahu ku Mengajakmu berlayar mengarungi samudra hidup ini ketika ku tersentak pada sadarku aku berharap semua ini, bukan hanya mimpi, dan disini aku tetap menanti Hadirmu Bersama Senja "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Do'a Perih KU

Dera luka seribu lara perih pedih tertancap diraga namun tak sepedih goresan jiwa sebab luka manis, ku tanggung derita demi seuntai bahagia jerit dan tangisku, usah hiraukan adanya karena ini hanya lara bhatin manusia tiada yang lebih ku sukai selain bahagiamu, walau diatas derita ini aku hanya ingin canda dan tawamu serta sedikit bumbu manja itu meski hanya ku nikmati dari bayang semu ini bukan umpatan atau kutukan jua bukan serpihan rindu dendam tiada dapat kutanam benci sebab tulus selalu menghiasi meski tiada dapat ku elakkan tangis bhatin ini, namun aku bahagia ketika melihatmu tertawa maka berjalanlah dengan langkahmu dan menarilah bersama gelombang samudra hidupmu disini di atas perih ini, aku senantiasa berdo'a teruntuk bahagia kisah harimu "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Antara Aku dan seuntai Rasa

Senyum manis mu masih melekat bayang ku renyah tawamu ceriakan hidupku namun itu hanya waktu lalu sebuah kenangan dihari dulu kini kau telah berbagi rasa dengannya menyisakan seuntai rasa dari kisah hidup seorang pria tersenyum tanpa tertawa Goresan rasa membekas di jiwa melayu bersama hilang mekar bunga dan ketika rasa berbuah luka Aku tak akan menangisimu akan seuntai rasa dari ku hanya mengelus dada yang aku bisa sembari ku panjatkan gema do'a-do'a moga hidupmu bahagia disana dengan seorang pria "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Kebebasan

Kemana lagi hendak kami cari kebebasan seperti mimpi tiada pernah bisa kami beli kami hanyalah kaum kecil dari kumpulan terkucil coba sedikiti berlaku usil tuk menggapai kebebasan yang secuil sedang buat apa negara kalau hanya tuk huru-hara para kaum penguasa nikmat berpesta diantar jerit derita memang betul ini negara demokrasi namun aku yakin di negara ini tak ada kaum demokrat mengisi namun coretanku telah berhanti pada titik temu yang sepi sebab tiada arti ku temui kebebasan masih mencari "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Keadilan

kemana lagi hendak ku cari keadilan di negeri ini apakah kepelosok sepi hingga mungkin tiada arti untuk apa tercipta negara ini? sedang kegunaannya masih ku cari aku hanya dapat mengadu pada sepi tentang omong kosong keadilan negeri ini keadilan mereka gembar-gemborkan melalui lembar slogan-slogan namun kata tiada perbuatan bahkan hanya menjadi sebuah tulisan sedang keadilan tiada pernah kami dapatkan keadilan memang harus tegak tak hanya jadi bahan ngakak mungkin aku adalah pemberontak karena adil tak kunjung tegak surat buat wakil rakyat sudah lama dilayangkan iwan-fals namun yang ada pemerintah hanya males percuma kuadukan pada sang sepi atau buyarkan saja negri ini sebab aku kaum tiada arti dari kumpulan orang tak mengerti bukan sebab tidak tau diri karena kami mau saja dibodohi dan keadilan hanya akan menjadi sebuah mimpi "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Sang Pemain Kata

ini hanyalah sebuah syair tentang kehidupan dan percintaan semua hanya sebuah arti dari pengorbanan sedang kebencian harus kita tikam semua hanyalah seuntai coretan terangkai dari kata keindahan dan terwujud harmoni kebahagiaan syair tentang malam dan kesunyian hanya membisikan sebuah kerinduan tentang indah manis senyuman tak dapat ku padukan tentang harmonis dan romantis sebab jiwaku telah tertawan iblis iblis asmara yang mengosak sadis lebih sadis dari sang wajah bengis memang benar aku hidup dalam permainan kata sejak ku kenal sesuatu tentang cinta meski semua hanya menyisakan lara penawarpun tiada kunjung tiba memang benar aku adalah seorang pemain kata namun tiap kata yang ku toreh bukan sekedar permainan belaka andai kau bisa menelisik apa yang terselip diantaranya mungkin kau kan mengerti seperti apa gambaran jiwa "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Gema Adzan Subuh

Gema Adzan Subuh merasuk telinga sadarkan raga dari buai mimpi tersentak sebab panggilan Illahi Basuh tiap inci tubuh ini bersama aliran air suci sempurnakan kesadaran diri Sujud simpuh dibawah kuasa ilahi pada tingkat sahaya tempatkan diri menyapu kotoran jengkal bhatin ini "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Rindu Dosa

Mereka sebut ini dosa hanya seteguk rindu asmara sedang cinta ku tak tau kemana riba nya aku hanyalah lelaki pe-Rindu Dosa pada sosok wujud gadis  ku puja sebab dia telah bersama pendampingnya memadu kasi diantara gulita Biarkan aku menjadi lelaki pen-Dosa sebab merindu maniz senyumnya sosok wanita, pada lampaunya masa pen-Dosa akulah lelaki itu sebab hanya seuntai rinduku begitulah mereka menyebut-ku dan biar ku nikmati Rindu Dosa-ku Sebab menghapus mu aku tak mampu kian membuat padih gores luka-ku maafkan aku oleh sebab Dosa Rindu akan sosok wujudmu bersama hadir senyum manis itu "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Cinta

ini adalah segores tentang rasa terbias oleh candu asamara merujuk pada dewi kasih menyatu dalam seuntai rasa Semua ini tentang cinta tiada ku temukan teori penjelas-nya serap habis inti dari jengkal kata coba menghadirkan lukis indahnya namun yang tercipta hanya luka Cinta, candu asmara yang hanya menghadirkan derita membentuk raja menjadi hamba dan merajakan tiap-tiap hamba Teori evolisi tak terdapat dalam cinta begitu pula dengan rumus kimia dan matematika tiada ilmu pasti yang menerjemahkannya Ketika cinta tiada kepastian hanya sepenggal rasa yang dapat mengerti tentangnya Cinta Cerita Indah Nan Tiada Akhir meski menyayatkan seribu duka senyum manisnya pelipur lara,,,,,, "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Mentari

Senyum kehangatan dari mu kunanti kala pagi sambut daku kembali dari mimpi Segangam harapan tentang hari ini kobaran baru dalam tungku hidup ku senang kau bersembunyi dari balik gereombolan awan hitam itu kau enggan menyapaku memberi seulas senyum-mu walau terkadang tiada pasti yakinlah setiap hari dikala pagi aku disini selalu menanti Mentariku, berikan secercah harapmu padaku akan hari indah jalan hidupku Mentari Janganlah sembunyi lagi pancarkan hangatmu pada serpih-serpih kehidupan ini Mentari Dan ketika aku makin tak peduli akan kosong harap dan penantian ini tetap bersandar pada indah lukisan mu "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

LOLONG

lolong anjing tengah malam koyak sepi keheningan buyar lamun khayalan usik sepi kesendirian Beranjak pergi keperaduan lepas letih kuras tenaga seharian terpojok sepi kamar kegelapan merangkai seuntai angan rencana tak seindah kuasa TUHAN mentari esok pancar keindahan lolong anjing malam gaduh tercipta dari keheningan keriput wajah lukis ketakutan menanti esok tiada kepastian lolong anjing malam iringi langkah gontai peristirahatan "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

KeGelapaN

Gelap merayap perlahan Kian melekat dalam kesunyian Aku tersingkir dari keramaian terpojok sepi dalam kesendirian Semua yang kucoretkan tentang sepi dan malam Dimana tempat bhatin dan jiwa bersemayam Aku terbiasa sendiri dan diam Walau disisiku ribuan orang tertawa girang Aku adalah aku Sang malam dan kegelapan sekitar tiada kepedulian hanya kesendirian aku adalah aku tentang gelap dan malam bermain dalam harmoni kesatuan Aku adalah aku bersama sejuta bintang bermain diantara kilaunya dengan riang meski ribuan jarak yang membentang Aku adalah aku yang mereka sangka tanpa tujuan dan tersingkir dari kegaduh dan galauan Aku adalah aku Bersemayam dalam kegelapan "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Tak ada Coretan

malam ini jemari ku seperti enggan berdansa diatas lembaran putih yang suci hanya dapat ku pandang lekat sahaja karena hati bimbang tiada pasti malam ini entah apa yang dapat ku gores sedang tinta ku telah meresap dalam jiwa dan lembara-lembaran itu seperti replica belaka aku tak dapat mencoret kembali sedang hatiku telah berteriak keras aku tak tau kemana arah fikir ini melayang sedang dalam angan hanya ada lamunan terkadang aku ak mengerti kenapa mereka tiada peduli sedang disini aku berfikir sendiri dan, tiada lagi yang dapat ku coret kecuali rangkaian muram kisah Si lelaki kesepian merakit mimpi bersama angan "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Lelaki Senja

Lelaki senja dengan rona merah mega Menatap lekat jiwa-jiwa merana Hembus angin sepoi tentramkan derita Menyibak tabir kisah lama Lelaki senja denga rona merah mega Terpaku diantara sepi hiruk pikuk kota Mencoba menguntai sisa-sisa asmara Bersama sang mega menyapa gulita Lelaki senja dengan rona merah mega Disulut kembali batang tembakaunya Dengan sejuta api menjadi bara Kepulan asap merayap pelan dari mulut menganga Lelaki senja denga rona merah mega Kobaran emosi yang kian membara Diterka dengan akal warasnya Terpasung tegas dalam jiwa Lelaki senja dengan rona merah mega Kini mimpinya hanya angan belaka Tersingkir disudut gempita menuai malam sepinya "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Dewi Malam (Goddess of Night)

Dewi Malam Wajah nan pualam kau hadirkan Sejuta bintang kerlip riang cahaya mu menembus sanubariku sedang mimpiku bagai nyata terpaku diantara kesunyian mendendangkan lagu kerinduan dan sejuta hayal senyuman menghiasi mimpi malam wahai dewi malam berikan aku seteguk cinta atas nama dahaga asmara biar nafsuku tak terlampau liar menerkam jiwa wahai dewi malam hadirkan padaku sejuta kedamaian bersama hening sepi sang malam ----------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------------- Goddess of Night Marble face you present A million stars twinkle brightly your light penetrate my heart my dream was like real stunned silence among hummed songs longing imagination and a million smiles decorate a dream night oh goddess of the night give me a mouthful of love on behalf of the thirst for romance let my soul not too wild pounce soul oh goddess of the night present to me one million peace along the ...

catatan senja (twilight note)

Catatan Senja ku kecup rona merah jingga disela awan hitam cahayanya menembus jiwa diantara datangnya rintik hujan dan mimpi yang mengusik angan imajiku terpecah, diantara sayatan mega ku tatap lekat di ufuk barat langit sore aku terjerembab diantara indah cahyanya segunduk emosi meluap dari diri namun sadar ku menerka ini hanyalah sejengkal realita dari mimpi tentang imaji kucoret lagi catatan ini, bersama indah rona senja ku nikmati mega-mega ku ukir dalam jiwa hingga ku sadar, bahwa realita tak selalu sejalan dan indah mimpi tak meski dapat terbeli ku sambut gelap, bersama ketak pastian tiada tepi _________________________________________________________________________________ twilight note smack my orange-red hue interrupted a black cloud piercing the soul between the arrival of the rain and a dream which disturb imagination my imagination split, between dusk incision I looked closely at the western horizon evening sky I fell among the bea...

Mentari bag.1

Kusadarkan diri dari kelelapan coba buka mata bersama datang sang mentari mulai mengukir hari ini dengan kisah baru namun coretan tentangku tak berubah masih sama seperti kemarin coba ku sulut kembali semangat ku bersama bara sebatang rokok di mulut ku aku mengais sisa-sisa semangat kemarin yang tercecer, sedang semuanya hanya bilah serpihan semua kata yang hendak kucoret terkesan sama, jelas tiada berbeda, semua hanya tentang kepedihan dan jua kekalahan, masih bayangmu, senyummu, candamu, marahmu, dan jua manjamu yang menghiasi rangkaian imajiku tak berubah dan entah tak pernah berubah begitu jua aku, jiwa dan hati masih sama seperti dulu kala pertama ku pandang senyum manis mu kini, di pagi ini, bersama sang mentari coba ku toreh kisah baru ku dengan semangat baru ku jua namun aku tiada yakin, dan mungkin tak pernah yakin, bahwa aku bisa menghapusmu sedang senyummu, tak lagi melekat dalam dinding jiwaku namun telah menyatu dengan nafas hidup ku ...

Bekas Hujan

menunggu matahari terbit kala musim hujan gemurat cahaya keemasan mega-mega isyarat kala senja telah tiba mengharap seteguk kehangatan dari mentari yang tiada bersinar dan yang ada hanya kebekuan gemericik air hujan, kawan setia seharian, tiada hangat yang kudapat, tiada api yang kusemat kini senja telah lama berlalu sang suryapu tiada sedikit menyapaku langit merah kehitaman kala malam merayap datang kerlip seribu bintang, bersemayam di balik awan hitam cahaya sang dewi malam, mencari sela, agar dapat ku pandang secerca harapan ku lempar pada sang malam bersama keheningan, ku dendangkan lagu kecewa, mencoba memaki sang langit, yang sedikitpun tiada memberi percik cahaya namun suara ku hilang dalam keheningan diantara sela bebatuan kupandang sisa aliran air hujan coba mengikuti alirannya dan belajar darinya di sisa-sisa harapan ku arungi keheningan malam bersama gaduhnya bhatinku masih tersimpan secerca harapan tentang esok pagi dan sang mentari ...

coretan apa

Senja berganti malam langit terselimut gelap surya keperistirahatannya sedari tadi rindu mencekik sepi malam, dingin, sunyi, sepi, ku untai mimpi "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Gema Adzan Magrib

terlantun jelas dari suarau depan rumah mu,, ku mandang itu, panggilan tersuci, hanya sekedar sujud yang bisa kita berikan dan seuntau do'a itu, tertutur rapi dari mulut sang pendosa nyaring terdengar panggilan sang penguasa seperti memekik kala hening senja ribuan makluk tertunduk syukur namun jua ada diantara mereka mencongkah angkuh coba tak menghiarau aku hanya terpaku, menyaksikan kehidupan yang begitu kaku tawa dan senyum ramah kala itu, seperti hilang terkubur waktu ku ambil sepercik air wudhu, ku basuh wajah dan bagian tubuhku, kotoran-kotaoran itu, coba ku singkir, hari yang berat sebab selimut dosa seperti hendak ku kupas bersama dengungan do'a seuntai rindu akan kasih TUHAN,,, seperti mengharap diantar kemarau panjang namun ku tak kan putus asa, sebab ku yakin, semua tak akan sia-sia tak sia-sia bersama dengungan gema adzan magrib ku turuti seruan tuhan, dengan hati dan jiwa yang tertunduk bersimpuh sujud, mengharap serpihan untai...

Awan Hitam Kala Senja

Kunikmati kabut hitamnya, kala senja bersama seuntai nada cinta yang di Isyaratkan belum tentu dapat menembus jiwa namun hanya berkelebat di antara bayang imaji, lalu apa lagi yang dapat langit sajikan untuk menoreh keindahan senja hari gemurat mega-mega,?,,, hanya dapat terselip di serpihan awan itu, aku,,,, hanya berdiri, diantara kepingan hari, diantara kesendirian, ku adukan duka ku pada sang sepi serpihan otak ku, seperti tercecer diantara coretan ini kemana harus ku kumpulkan lagi?,, serpihan huruf ku yang terbuang,,, dan seperti nada ku yang tertelan keheningan begitulah jua tentang kisah ku, terkubur dalam tanpa ada pembangkitan senja tak kunjung bersinar, sedang diri merindukan kebahagiaan?,, sampai detik ini tiada ku mengerti tentang arti bahagia, gemuruh gelombang hidup ku,, terpecah acak dihantam karang lautan, dan aku, tertikam asmara, candu derita, "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@...

Malam ini dan Dosa ku

Malam merambah pelan, kepulan dosa ibarat awan hitam hijab sang dewi malam berawajah pualam ku rengguk kembali sari-sarinya hilang tanpa membekas bersama perginya seribu bintang biar kunikmati inti dosa ku isah hirau juga ragu aku tak akan memaksamu dan juga yang lain darimu untuk menjadi kawanku pihasan sari-sari dosaku biar,,, biar,,, biar,,,, kunikmati sendiri semua ini bersama kobaran nerakaku kunikmati semua bukan,,, aku bukan Iblis namun,,, aku lebih mengerikan dari Iblis maka biarkan aku menjadi Iblis bagi diriku sendiri dan jua kan kunikmati Iblis ku bersama dengan malam dan dosa ku ,,,,,,,,,,,,,,,,,,, "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Coretan Kawan

LULUH LUNGLAI TANPA KATA GEMETAR DALAM GENGAMANMU HANYA ADA RASA YANG TERUS MENGURAS AIR CINTAKU SELEPAS KUTATAP PUNGGUNGMU DI BALIK BIAS SENJA ADA CINTA YANG TAK MAMPU LEPAS TANPA SADAR....................... KAU TALAH MENGGUNCANGKAN DAN MEMBAWA BADAI DILAUTAN HATIKU YANG TEDUH MENOREHKAN SEBUAH KATA YANG INDAH TAPI MENYEDIHKAN CINTA............................ TAU KAH KAU BAHWA KU TLAH JATUH PADA CINTAMU AKU BAHAGIA MENGENALMU NAMUN.......................... JIKA KATA BATINKU KEMBALI BERDALIH,KAU HANYA SEKEDAR IMPIAN YANG TAK MUNGKIN JADI KEKASIH,AKU MEMANG BODOH MEMETIK ASA YANG TAKMUNGKIN TERAIH by:  Untaian KATA "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Begitulah Cinta

Tahun itu hanyalah deretan angka angka yang akan terus silih berganti musim demi musim yang datang akan menghapus mereka, dan menggantikan yang baru begitu pula angka adalah sesutau yang logis dan pasti namun tidak dengan cinta cinta adalah sebuah rasa tak mampu semudah itu tuk berubah begitulah cinta ku biarkkan sang waktu terus menggerogoti jasad dan waktuku namun cinta ku tetap utuh seperti dulu tak berubah dab bergerak sedikit pun begitulah cinta ku "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)