Laman

Masukkan sumber jika ingin men-copy

Maaf, admin melindungi semua artikel di blog ini dari copy dan paste, silahkan hubungiadminmelalui (klik) atau facebook

Masukkan sumber jika Anda ingin menyalin artikel ini, ketik "copyright © by http://coretansyair.blogspot.com"

Senin, 28 Mei 2012

‎*Syair malam menutup dairy*


Ketika mentari berubah menjadi rembulan,,,,,

Ketika sinar embun berubah menjadi asap dedaunan....!

Ketika sepatu hitam dah berubah warna pink, biru, hijau

ketika pagar bambu berubah menjadi pagar stanlist dan besi,,,,

dan ketika itu pula dunia ku berubah menjadi sesuatu yg tak berbentuk,

sesuatu yg tak terangkai, yang jauh dari angan,,,

menghilang dari keinginan dan cita,,
,

dunia ku berubah, 

ketika rasa itu berada dalam hati,,,

ketika tahu rasa itu membuat ku dahaga,


membuat ku lapar,

membuat ku tak berhenti tuk mecari dan menambah rasa itu lagi,,,,,,?

Rasa itu yang selalu ku hirup setiap aku terbangun,

yang selalu membuat ku terlena ketika mata ku mulai menutup....!

Rasa yg sllu hadir dlm mimpi ku,,,,,????????

Dan Rasa itu adalah...........................................!?




By.Tika na endut's















Makasih sobat untuk coretan-nya.
Nb: Sedikit edit dilakukan untuk tulisan ini, edit hanya dilakukan untuk kata yang di singkat, versi asli lihat di sini


"Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa"

Baca_Selengkap_nya - ‎*Syair malam menutup dairy*

Minggu, 27 Mei 2012

Gadis itu

Inspirasiku terhimpit, di sela-sela dingin malam
Inspirasiku terpasung, bersama jiwaku yang mematung
Inspirasiku tetahan, dilekung senyum gadis itu

Saat ku tak tau apa yang hendak ku gores
Kenangan di hari lalu, masih indah terpoles
Pada dinding-dinding kerapuhan jiwa
yang kian merana

Saat ku merindu sosok di samping ku
Dia yang akan sudi memoles buruk ku
Dia yang akan sudi mengusap peluh ku
Dia yang sudi memberi peluknya untuk tenang ku

Saat ku merindu sosok di sisi ku
Dia, tempat ku berbagi canda dan tawa
Dia, tempat ku menyepi pada kebisingan dunia

Ketika ku tengok masa lalu,
Ku tau gadis itu telah berlalu
Bersama senyum yang menyipu

Ketika ku intip masa depan
Gadis sepeti itu belum ku temukan
Mungkikah dia masih sendirian
dan mengharap sebuah kehadiran
pada satu titik proses penantian

itu secuil impian atau harapan
aku tak mengerti
atau sebuah angan kekosongan
aku tak dapat memahami

Hai kamu,,,,
mungkin lawan atau kawan,
dan entah siapa saja kamu
tolong,,,,,,,,, (teriakan itu memekik di kehingan malam)
tolong bawakan gadis itu kepangkuan ku
aku terlalu pecundang untuk mengikuti langkahnya
atau mungkin ku tak bisa berlari mengejarnya

Setelah tersadar dari kekosongan
aku baru tau,
kalau suara itu dari qolbuku,
tentang sebongkah rindu,
rindu yang menggebu pada gadis itu
entah di masa silam atau depan
aku tetap bermimpi tentang gadis itu
Gadis, yang sedikitpun aku tiada tau
Siapa dia yang mengusik ketenangan ku.



"Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa"

Baca_Selengkap_nya - Gadis itu

"ENG NGARSO SUNG TULODHO, ENG MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI"

Kalu beberapa hari lalu saya pernah tertarik untuk mengulas tentang kata-kata "ENG NGARSO SUNG TULODHO, ENG MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI" sore ini saya benar-benar ingin ngosak-ngasek secara logika sederhana saya sendiri.


>>_ENG NGARSO SUNG TULODHO kata ini kalau di translate kebahasa Indonesia berbunyi DI DEPAN MEMBERI CONTOH.
Maksud-nya didepan yaitu para pemimpin, penguasa, pengusaha, dan orang-orang yang berpengauh dalam suatu kelompok (masyarakat). Dimana seorang pemimpin harus bisa SUNG TULODHO atau memberi contoh, jadi seorang pemimpin itu bukanlah mereka yang suka memberi perintah saja, namun mereka yang memberikan contoh. Memberi contoh disini tidak harus di artikan secara mentah, melainkan bisa mempunyai sederet tafsir, seperti seorang pemimpin harus jujur, apa yang ia katakan harus sesuai dengan kenyataan yang ada. Namun sayangnya untuk mendapatkan pemimpin yang jujur saat ini sangat sulit, terutama di negri kita tercinta INDONESIA, para pemimpin kita lebih gemar mengobral janji dan mengosongkan bukti. Dan entah kapan INDONESIA akan mendapatkan pemimpin sejati, kita berdoa saja semoga Indonesia tidak selalu dalam duka.

>>_ENG MADYO MANGUN KARSO  kata ini kalau di translate kebahasa Indonesia berbunyi DI TENGAH MEMBANGUN KEINGINAN.
Di tengah, mungkin inilah yang paling sulit kerjanya, bagaimanapun kalau sedang dalam posisi ditengah pasti akan sangat berat.Sedang tugas yang di emban adalah Mangun karso (Membangun Keinginan atau Menuruti Keinginan). Nah untuk negeri ini, kata ditangah bisa kita Ibaratkan sebagai Wakil Rakyat, yang bertugas untuk meneruskan keinginan atau aspirasi rakyat kepada atasan-nya. Namun yang sering disalah artikan oleh para wakil rakyat kita adalah mereka Mangun Karso keinginannya sendiri, tidak pernah mau memikirkan rakyat yang di wakili. Dalam kisah pewayangan Wakil rakyat lebih suka saya gambarkan sebagai sosok Pandawa dan Kurawa, yakni para pengeran dari raja Hastinapura. Dimana dalam kisah-nya pandawa berperan sebagai tokoh baik yang dimusuhi oleh kurawa. Pandawa sendiri bisa menjadi ksatria sejati sebab asuhan dari para Punakawan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Nah untuk saat ini para wakil rakyat kita telah kehilangan pengasuh mereka yakni Ki Lurah Semar Cs. mungkin itulah sebab-nya para wakil rakyat kita tidak bisa merakyat.

>>_TUT WURI HANDAYANI  kata ini kalau di translate kebahasa Indonesia berbunyi DIBELAKANG SETIA MENGIKUTI
Konsep ini ditujukan untuk rakyat Jelata seperti saya, sebagai orang belakang seharusnya kita bisa mengikuti atau nurut/patuh kepada pimpinan kita. Namun maaf, sejinak-jinaknya kucing kalau diinjak ekornya pasti mencakar bahkan gigit. Nah, gambaran sederhana seperti ini seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi para pengusa negeri ini, kalau mereka tak ingin tercakar atau tergigit seharus-nya mereka tidak menginjak ekor kucing yang jinak dan harus berhati-hati dalam melangkah. Maksudnya kalau seorang pemimpin mau anak buahnya TUT WURI HANDAYANI, mereka juga harus bisa memberi contoh yang baik dan bisa melayani rakyat dengan baik.


* Mungkin ketiga kelimat di atas terhitung kalimat sederhana yang mudah diucapkan dan dimengerti namun tak semudah itu untuk menjalankanya. Dan seharus-nya ketiga kalimat diatas tidak bisa dipisahkan antara yang satu dan yang lain, kalau dipisah bisa menjadi sangat berbahaya. Misal Kalau kalimat TUT WURI HANDYANI dipisahkan dari dua kalimat sebelum-nya akan terjadi ketidak seimbangan. Sebab itu akan selalu dijadikan alasan untuk menindas orang bawahan/ orang tidak mampu. Namun jika kita mengerti akan maksud dari ketiga kalimat di atas tentunya kita tidak akan berbuta semena-mena. Kalau kita jadi atasan kita akan senantiasa memberi contoh yang baik, dan bisa memberikan yang terbaik untuk bawaha kita, agar setiap keinginan kita bisa terwujud dan semua bawahan kita menuruti atau mematuhi dengan baik.

Sekian dulu tentang sekelumit coretan ini
Terimakasih mau mampir.



"Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa"

Baca_Selengkap_nya - "ENG NGARSO SUNG TULODHO, ENG MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI"

Rabu, 23 Mei 2012

Ulas Syair Wong Jowo Ojo Jawal


wong jowo ojo jawal. 
jowo jawal jawane kadhal.
 opo sliramu njowo, mitraku. 
gene-o kok ngiris atiku?
 (Orang jawa gak boleh jawal. Jawa jawal seperti kadal. apa kamu tau, temanku. kenapa kau mengiris hatiku?)

ronggowarsita lan aristoteles. 
yasadipura lan sokrates. 
padho dene pujonggo linuhung. 
podho dene pujonggo kang agung
 (Ronggowarsita dan aristoteles. yasadipura dan sokrates. Mereka semua pujangga yang luruh. Mereka semua pujangga yang besar)

yen kok semak buku filsafat
yen kok semak ilmu masyarakat. 
mung ana siji keblat, 
kang ajine ora mekakat. 
kang gawe ati ngronto. 
sawit mung aristoteles lan sokrates, 
sinebut sinobya ukoro. 
rinoncen kembang maneko
 (jika kamu simak buku filsatat. jika kamu simak ilmu masyarakat. ada satuhal yang akan kau ketahui dan itu sangat berharga sekali. Membuat hati kita miris. hanya karena aristoteles disebut sebagai penyair (filsuf) yang hebat)

o, ronggowarsito 
o, yasadipuro. 
awit apa basa jowo. 
kang ora bisa diwaca? 
awit apa mung basa latin. 
kang ora bisa anuntun batin?
(o. ronggowarsita o, yasadiura. apa hanya kerena bahasa jawa yang tak bisa dibaca? apa kerena bahasa latin yang tidak bisa menuntun bhatin?)

wong jowo ojo jawal. 
jowo jawal jawane kadhal. 
apa sliramu njowo, mitraku. 
gene-o kok ngiris atiku?
(orang jawa jangan jawal. jawa jawal seperti kadal. apakah kamu tau, temanku. kenapa kok mengiris hatiku?)

kecubung ungu ing taman kutho 
iki kahanan kang nembe teko. 
apa sliramu bakal wudho. 
melu-melu ngumbar dhodho?
(kecubung ungu di taman kota. ini keadaan yang baru datang. apakah kalian semua akan ikut telanjang. ikut-ikut memamerkan dada.)

wiwawite lesmbadhong. 
tabik-tabik sunan kali. 
kita ngadeg ing grumbul srengenge. 
kita wani ndudah ati?
(wiwawite lesmbadhong. tabik-tabik sunan kali. kita berdiri di atas matahari. kita berani untuk membukak hati?)


*Nah begitulah kurang lebih terjemahanya dalam bahasa Indonesia, mari sekarang kita ulas satu persatu.

1. tentunya anda semua tau tentang aristoteles dan sokrateskan, setidaknya pernah dengar-lah. mereka berdua adalah filsof barat yang terkenal itu, bahkan mereka terkanal sebagai Bapak filsuf barat. Begitu juga dengan ronggo warsito dan yasadipuro, mereka berdua juga bapak sastra jawa, namun kebanyakan dari kita tidak kenal dengan leluhur sastra mereka.

2. Perbedaan tentang aristoteles/socrates dengan Rangga warsito/Yasadirpua:
  - kalau socrates dan aristoteles filasfatnya dengan mengejar definisi absolut dari suatu masalah melalui suatu dialektika. Dan seacar histori filsafa socrates sendiri menimbukan pertanyaan, karena tidak pernah diketahui socrates menuliskan hasil pemikiran-nya.  - Sedang untuk Ranggawarsita dan Yasadipura ada;ah pujangga besar dari tanah jawa, hasil karya mereka lebih banyak mengandung peringatan, wejangan, dan memiliki makna kehipudan yang bagus. Salah satu penggalan dari karya Ranggo Warsito dalam serat Dzaman Edan adalah "Sak Bedjo-Bedjo ne wong lali, Iseh Bedjo wong kang eling kelawan waspodo" -seuntung-untungnya orang lupa, masih untung orang yang ingat dan waspada-.

3. Syair di atas mengajak kita untuk mengingat kembali dua pujangga jawa yang hebat itu, dimana setiap hasil karyanya selu ada nasehat yang sangat penting dan berarti. Bukan-nya malah melupakan sastra negri sendiri yang kaya akan arti dan nasehat (wejangan) yang penting, tetapi malah mengagungkan filsuf yang masih bingung dan mencari-cari arti.

Nah,,, munkin begitulah teman-teman tentang terjemahan syair tersebut dalam bahasa Indonesia dan tentang makna (maksud) dari syair tersebut. Dimana di bagaian akhir syair tersebut seakan-akan menayakan dengan tegas kepada kita dan menantang kita apakah kita berani menunjukan siapa diri kita (orang jawa) sebenarnya, atau kita malah akan mengikuti gaya mereka dan sedia di injak-injak oleh mereka. Apakah kita benar-benar orang jawa yang mempunyai filsafat hidup " ENG NGARSO SUNG TULODHO, ENG MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI". Atau malah mengikuti gaya Belanda yang akan selalu menjajah negri lain demi urusan perut sendiri.

Sekian dari saya, ada kurang lebihnya mohon maaf,,,
Jika ada kekeliruan bisa di dikoreksi ulang, "mohon bimbingan-nya".
Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca ini.


By: Admin "koplak"

ini hasil diskusi dengan kawan saya Admin Punakawan Fans Page
dan sebagai ucapan terimakasih sudah mempercayakan pengelolaan Page Punakawan pada saya



"Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa"

Baca_Selengkap_nya - Ulas Syair Wong Jowo Ojo Jawal

Selasa, 22 Mei 2012

Seuntai Sejarah-ku dan tentang masa Lalu



Sebelum saya bicara lebih lanjut mengenai history, dibawah ini saya jabarkan beberapa account yang saya miliki di-dunia maya:

> Facebook Fans Page - http://facebook.com/page.syair
> Twitter - @coretansyair - http://twitter.com/#!/Coretansyair

Aduch dan entah berapa banyak lagi account-account saya yang tidak ter-urus sama sekali,,,, bahkan saya sampi lupa nama acount-nya.
Ya mungkin ini lah sebuah perjalan, terkadang dari hal yang tak terduga kita memulai suatu hal, namun terkadang pula kita menghilang begitu saja, laksana terhempas angin yang sepoi.
dan entah dari mana saya harus mengawalinya, jujur semua ini tak jauh dari sosok "perempuan". Yach, perempuan atau wanita, sosok itulah yang membuat saya terjerumus pada dunia corat-coret ini, perempuan mana dan siapa perempuan itu? (ma'af saya tak menyebutkan nama atau inisial perempuan ini).
Sepatah kata yang kita sangat setuju jika itu disebut "CINTA" atau "LOVE", kata itulah yang meyeretku pada kebutaan akan sesosok perempuan ini. Sekali lagi saya harus berkata jujur, masa bodo dengan orang lain yang mengatakan jika saya adalah seorang pembohong besar, sekalipun ada orang yang tau siapa saya maupun "perempuan" itu berkata saya adalah pembohong. Satu tahun, bukan waktu yang singkat untuk mengenal siapa perempuan ini, dua tahun bukan waktu yang sebentar agar aku bisa berbagi canda dengan-nya, Sekitar 7 tahun lebih ternyata bukan segampang itu untuk mengahapus-nya dari mimpi-mimpi yang mati.


Sekitar setahun yang lalu sosok perempuan ini berkata pada ku, sebentar lagi aku handak menikah, aku dijodohkan sama seorang pemuda. Mulutku membisu, aku tak sanggup menggerakkan lidah, air mata yang hendak menetes aku tahan pada titik perih dan pedih yang tak terlukis. Entah dari mana asal-nya aku mulutku bersuara, "apakah kamu akan bisa untuk mencintai-nya?". "Aku tak tau, kita akan mencoba", "jarene witing tresno iku jalaran soko kulino" (kata-nya buah cinta itu karena terbiasa). Akh,,,,, bhatin-ku perih namun bibir-ku tetap terseyum. "Apasalahnya sih membuat bahagia kedua Orang Tua, tak ada lagi yang dapat ku lakukan selain itu", begitu dia melanjutkan ucapannya aku semakin mengunci rapat mulut-ku. "Maka berjalan-lah jika itu memang jalan yang kau pilih, dan jalan terbaik menurut-mu". begitulah akirnya ku melepaskan semua tentang mimpi-mimpi ku bersama hembusan angin sepoi yang membawa senyumnya berlalu.

16 September 2011
Sebelum hari ini, tak ada sepatah kata pun yang saya coretkan dalam lembar-lembar putih yang suci, Sejak hari ini, akun seperti rakus ingin mengotori lembaran-lembaran bersih itu. Dan pada titik kekecewaan ku pada takdir hidup ini, terciptalah sebuah Page Fans di facebook dengan nama Sya!R B3RdaR@H, semua coretan ku gencar meledak dari palung-palung jiwa yang remuk. Awal yang sang berat untuk melupakan untai demi untai senyum-nya, namun aku harus mencoba dan biarkan dinding-dinding suci ini menajadi luapan lahar emosiku.
Beberapa bulan kemudian, kami berdua bertemu kembali, bukan tanpa sengaja namun memang sudah terencana. Namun yang membuat ku tidak percaya, dia rela berbohong pada lelakinya untuk bertemu dengan ku (posisi saat itu DOI belum maried Gan). Hingga akir-nya pertemuan ini tercium oleh hidung Si lelaki, akh,,,,, mungkin aku yang bodoh atau polos (bedane tipis). Saat amarah sudah memuncak pada titik didih, aku-lah orang yang menenangkan lelaki itu, aku-lah orang yang malah membuat mereka bersatu, hanya dengan satu alasan "orang tua". Anjiiiiiing (begitu-lah kumaki diriku sendiri saat teringat peristiwa itu. Begog, Tolol, Bodoh, para sahabat selalu meledek-ku)

22 Februari 2012
Bedirilah sebauh fans page CoretaN SyaiRFans Page ini aku dirikan, sebab aku tak ingin selamanya tersesat asmara yang menyesak. aku benar-benar ingin terbebas kembali, namun bukan berati aku harus menghapus-nya, sebab ku akui, sebab ku akui aku tak dapat memusnahkan apayang tak kuciptakan. Aku coba menikmati masa lalu ku, pada lembaran putih baru ini. Aku tak ingin mengotorinya dengan kebencian, kekecewaan, keegoisan, aku hanya ingin mencoretkan syair-syair keIndahan. Sehingga aku bermaksud membuat sebuah penyamaran, penyamaran diriku bukan diriku yang terliah oleh mereka secara wujud, namun diriku yang dari dalam, diri ku yang ADAM, diriku yang bukan hanya untukku sendiri. Aku ingin menyerap setiap keindahan, meredam setiap kebencian, dan Aku yang akan selalu berkawan dengan takdir yang setia mengelilingi langkah perjalanan ku. Aku dalam dunia maya bukan lah aku dalam dunia nyata, aku dalam dunia maya adalah yang mereka kenal dengan nama Coretan Syair, dan aku yang mencoba menjadi diriku sendiri, dan aku yang selalu mencoba mengenal diriku sendiri. Dan inilah aku yang coba menuliskan apa yang aku rasakan pada lembaran-lembaran ini.

Terimakasih untuk engkau, "perempuan" yang secara tidak langsung membawaku untuk mengenal siapa diriku. Terimakasih untuk engkau "perempauan" yang mengizinkan aku untuk mengenal mu, berbagi canda, tawa, suka, duka, tangis, lara. Jujur kini malam-malam ku terasa sangat sepi tanpa celoteh mu seperti dulu, maaf jika aku masih belum bisa menghapus-mu, dan menjadikan itu semua suatu tanpa arti. Maaf jika manis senyummu sampai detik ini belum ada yang menggantikan. Terimakasih untuk selembar foto itu.

Terimakasih juga untuk kalian yang sudi membaca tulisan ini,
Oya setelah saya baca ulang sepertinya tulisan ini hanya semacam curhat-curhatan belaka, tapi masa bodo lah dengan pendapat kalian. Dan ada beberapa hal yang mungkin kalaian perlu tau, kenapa saya tak begitu mudah melupakan wanita ini, "dia" menurut saya sangat istimewa demi ke dua orang tua nya, "dia" rela mengubur dalam-dalam sejuta mimpi-mimpinya, demi kabahagiaan Orang Tua dia rela mengesampingkan sukanya, dan lagi setau saya dia tidak pernah mau mengasih potret dirinya untuk siapapun, mungkin saya lelaki pertama yang mendapatkan itu langsung dari-nya, mudah-mudahan saya bisa menjaga yang satu lembar ini.
Sekian Curhatisme dari saya tentang masa lalu, semoga di hari yang akan datang bisa ku temukan tulang rusukku yang sekarang entah dimana. Sekali lagi terimakasih untuk engkau yang telah mengajarkan pada ku arti setia dan pengorbanan demi segenggam kebahagiaan yang hakiki dan abadi.
Bahagialah engkau bersama keluarga dan anak-anak mu kelak, kini aku sudah mulai terbiasa dengan kesendirian nyata dan keramaian maya. Usah khawatir kapanpun kau bertemu dengan ku, kan selalu ku suguhkan senyum bahagia ini.

Salam Pena,
Coretan_Syair


"Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa"

Baca_Selengkap_nya - Seuntai Sejarah-ku dan tentang masa Lalu

Jumat, 27 April 2012

Mesin cinta

Cinta itu sebuah mesin yang tidak mempunyai teori
dia tidak mengenal keyakinan, suku, dan ras
dia tidak mengenal perbedaan,
namun cinta yakin akan sebuah penciptaan

Cinta itu,
bukan sesuatu untuk kita menuntu
bukan jua,
sesuatu untuk kita bisa overload
namun cinta itu adalah sebuah penerima
dan jua pemberi
yang tiada mengharap imblan kembali

persetan dengan teori kimia tentang CINTA
mereka sang ahli berkata,
Cinta itu adalah sebuah rasa
yang muncul dari pandangan mata
mengalir ke otak, untuk memberi respon rasa suka
lalu ingin menjalani kehidupan berdua

bahkan aku semakin tak peduli,
karena ilmu matematika pun
tiada ku temukan dalam teori cinta

ya,,,,,,
Cintaku memang gila,
segila kehidupan yang ada di depan mata kita
Cintaku memang buta,
layaknya Si Buta yang berjalan di gulita

Mungkin memang benar aku sudah gila
dan lebih gilanya lagi
aku benar tergila-gila padamu
aku tak peduli, kau selalu acuhkanku
aku tak peduli, kau selalu menghindariku

bahkan aku lebih tak peduli,
ketika kau bilang,
"Aku akan menikah,
dan aku ingin menjalani hidup baruku,
tentunya dengan dia, orang pilihanku."

seribu cara kau lakukan,
agar aku pergi darimu,
namun aku tetap tak akan pergi,

karena,
Cintaku buka untuk memboyongmu
agar jadi istriku

cintaku adalah suatu teori yang sangat gila
aku hanya ingin melihatmu bahagia
walau tiada ku pungkiri
aku berselimut duri derita

yach,,,,,
itu lah cintaku,
usah kau mengusirku
usah pula kau hiraukan coretan ku

dan biarkan aku melihat kisah mu




"Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa"

Baca_Selengkap_nya - Mesin cinta

Jumat, 20 April 2012

Waktu

Detik perlahan merayap berganti
dentingnya gaduh dalam keheningan
sepi mengoyak bhatin kesepian
Cinta rindu dendam pengharapan

Namun apa yang dapat ku harap dari waktu
sedang jiwaku terpasrah terpaku
gelombang hidupku tak stabil dalam samudra jiwa
sedang penantianku hanya berbuah sia-sia

dan kini entah berapa lama
ketika waktu berbicara tentang cinta
sebuah harapan hampa
penantian kekasih jiwa

bhatin asmara ku telah keronta
hanya menunggu waktu
siramkan hujan cinta

dan entah sampai kapan
waktu itu menunjukkan massanya



"Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa"

Baca_Selengkap_nya - Waktu

Kangen

Semua ini catatan tentang malam
bersama seuntai kerinduan
Hembukan hawa kala hari hendak berganti
bisikkan seuntai rindu tentang mu
Dan sebaris kenangan dihari lalu
tak semudah itu terhapus dari lembar memory ku

Aku tak tau dan tak mengerti
Kenapa aku harus merindumu
dan jua mencintamu

Sedang kau tercipta bukan untukku
semua itu tergores jelas
dalam lembar takdir kita

Aku tak bisa mengerti
dan lebih parahnya aku tak mau peduli
meski kau selalu acuhkanku
aku semakin merindukanmu

Aku kangen
Canda mu
Tawa mu
Manja mu

Aku kangen
Marah mu
Kesal mu
jua cemberut mu

Dan ketika kangen itu kian menusuk ku
Aku hanya dalam menikmati indahmu
dari sisi gelap ku

Diwabah gulita langit malam ini
biar kunikmati indah mu
dari potret ayu wajah mu

selembar foto yang kau kasih waktu itu
tebungkus rapi dengan frame kayu
tersimpan dalam almari jiwaku

mungkin hanya itu sebagai obat kangenku
akan ayu cipta wujud mu


catatan:
coretan ini, untuk seorang kawan yang terselip asmara dalam relung jiwa cinta diantara kita
biarkan mulut selalu berdusta,
namun aku percaya, semua yang terjadi diantara kita selama ini
Asmara kasih yang terkubur dalam jiwa
semoga kau merasa dan percaya

percayalah dalam do'a ku
kumohonkan selalu,
bahagia langkah hidup mu
walau tiada kau bersama diriku



"Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa"

Baca_Selengkap_nya - Kangen

Sabtu, 14 April 2012

Bisikan Malam

dalam keheningan hembus lembut bisikan
terdengar mendayu seirama alunan
dalam kegelapan sepercik cahaya kerinduan
padu keindahan irama keharmonisan

seuntai kangen hendak ku ungkap
namun bisikan malam seakan melarang
hingga rindu menjadikan paru kian sesak

Aku tak mengerti
ketika tiada lagi coretan arti
sedang malam ku terlalu gaduh
pada bisik keheningan
namun tiap gores coretan
jujur tiada kepalsuan

kini aku berbisik, pada bisikan malam
tentang sebuah lagu kerinduan
melantun bersama syair coretan
jelas itu semua bukan kepalsuan

aku bisa menipumu,
juga semua tentang bisikan malam
namun aku tak bisa menipuku
tentang sebuah bisik kerinduan

pada titik akhir aku hanya bisa terdiam
saat kau sudah menetukan pilihan
akupun mengaduh pada bisikan malam
dan ku mohonkan sebuah ketenangan

walau jiwaku penuh penyiksaan
tentang cinta dan pengorbanan
semua itu hanya seuntai perasaan
akan terhapus bersama masa yang datang
walau aku penuh keraguan

aku hanya bisa hening
pada gaduh bisikan malam
dan mendendang
sebuah lagu kerinduan
tentu tanpa penyesalan


"Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa"

Baca_Selengkap_nya - Bisikan Malam
My Official Forum | Members area : Register | Sign in