Sebelum saya bicara lebih lanjut mengenai history, dibawah ini saya jabarkan beberapa account yang saya miliki di-dunia maya:
Aduch dan entah berapa banyak lagi account-account saya yang tidak ter-urus sama sekali,,,, bahkan saya sampi lupa nama acount-nya.
Ya mungkin ini lah sebuah perjalan, terkadang dari hal yang tak terduga kita memulai suatu hal, namun terkadang pula kita menghilang begitu saja, laksana terhempas angin yang sepoi.
dan entah dari mana saya harus mengawalinya, jujur semua ini tak jauh dari sosok "perempuan". Yach, perempuan atau wanita, sosok itulah yang membuat saya terjerumus pada dunia corat-coret ini, perempuan mana dan siapa perempuan itu? (ma'af saya tak menyebutkan nama atau inisial perempuan ini).
Sepatah kata yang kita sangat setuju jika itu disebut "CINTA" atau "LOVE", kata itulah yang meyeretku pada kebutaan akan sesosok perempuan ini. Sekali lagi saya harus berkata jujur, masa bodo dengan orang lain yang mengatakan jika saya adalah seorang pembohong besar, sekalipun ada orang yang tau siapa saya maupun "perempuan" itu berkata saya adalah pembohong. Satu tahun, bukan waktu yang singkat untuk mengenal siapa perempuan ini, dua tahun bukan waktu yang sebentar agar aku bisa berbagi canda dengan-nya, Sekitar 7 tahun lebih ternyata bukan segampang itu untuk mengahapus-nya dari mimpi-mimpi yang mati.
Sekitar setahun yang lalu sosok perempuan ini berkata pada ku, sebentar lagi aku handak menikah, aku dijodohkan sama seorang pemuda. Mulutku membisu, aku tak sanggup menggerakkan lidah, air mata yang hendak menetes aku tahan pada titik perih dan pedih yang tak terlukis. Entah dari mana asal-nya aku mulutku bersuara, "apakah kamu akan bisa untuk mencintai-nya?". "Aku tak tau, kita akan mencoba", "jarene witing tresno iku jalaran soko kulino" (kata-nya buah cinta itu karena terbiasa). Akh,,,,, bhatin-ku perih namun bibir-ku tetap terseyum. "Apasalahnya sih membuat bahagia kedua Orang Tua, tak ada lagi yang dapat ku lakukan selain itu", begitu dia melanjutkan ucapannya aku semakin mengunci rapat mulut-ku. "Maka berjalan-lah jika itu memang jalan yang kau pilih, dan jalan terbaik menurut-mu". begitulah akirnya ku melepaskan semua tentang mimpi-mimpi ku bersama hembusan angin sepoi yang membawa senyumnya berlalu.
16 September 2011
Sebelum hari ini, tak ada sepatah kata pun yang saya coretkan dalam lembar-lembar putih yang suci, Sejak hari ini, akun seperti rakus ingin mengotori lembaran-lembaran bersih itu. Dan pada titik kekecewaan ku pada takdir hidup ini, terciptalah sebuah Page Fans di facebook dengan nama
Sya!R B3RdaR@H, semua coretan ku gencar meledak dari palung-palung jiwa yang remuk. Awal yang sang berat untuk melupakan untai demi untai senyum-nya, namun aku harus mencoba dan biarkan dinding-dinding suci ini menajadi luapan lahar emosiku.
Beberapa bulan kemudian, kami berdua bertemu kembali, bukan tanpa sengaja namun memang sudah terencana. Namun yang membuat ku tidak percaya, dia rela berbohong pada lelakinya untuk bertemu dengan ku (posisi saat itu DOI belum maried Gan). Hingga akir-nya pertemuan ini tercium oleh hidung Si lelaki, akh,,,,, mungkin aku yang bodoh atau polos (bedane tipis). Saat amarah sudah memuncak pada titik didih, aku-lah orang yang menenangkan lelaki itu, aku-lah orang yang malah membuat mereka bersatu, hanya dengan satu alasan "orang tua". Anjiiiiiing (begitu-lah kumaki diriku sendiri saat teringat peristiwa itu. Begog, Tolol, Bodoh, para sahabat selalu meledek-ku)
22 Februari 2012
Bedirilah sebauh fans page
CoretaN SyaiR, Fans Page ini aku dirikan, sebab aku tak ingin selamanya tersesat asmara yang menyesak. aku benar-benar ingin terbebas kembali, namun bukan berati aku harus menghapus-nya, sebab ku akui, sebab ku akui aku tak dapat memusnahkan apayang tak kuciptakan. Aku coba menikmati masa lalu ku, pada lembaran putih baru ini. Aku tak ingin mengotorinya dengan kebencian, kekecewaan, keegoisan, aku hanya ingin mencoretkan syair-syair keIndahan. Sehingga aku bermaksud membuat sebuah penyamaran, penyamaran diriku bukan diriku yang terliah oleh mereka secara wujud, namun diriku yang dari dalam, diri ku yang ADAM, diriku yang bukan hanya untukku sendiri. Aku ingin menyerap setiap keindahan, meredam setiap kebencian, dan Aku yang akan selalu berkawan dengan takdir yang setia mengelilingi langkah perjalanan ku. Aku dalam dunia maya bukan lah aku dalam dunia nyata, aku dalam dunia maya adalah yang mereka kenal dengan nama
Coretan Syair, dan aku yang mencoba menjadi diriku sendiri, dan aku yang selalu mencoba mengenal diriku sendiri. Dan inilah aku yang coba menuliskan apa yang aku rasakan pada lembaran-lembaran ini.
Terimakasih untuk engkau, "perempuan" yang secara tidak langsung membawaku untuk mengenal siapa diriku. Terimakasih untuk engkau "perempauan" yang mengizinkan aku untuk mengenal mu, berbagi canda, tawa, suka, duka, tangis, lara. Jujur kini malam-malam ku terasa sangat sepi tanpa celoteh mu seperti dulu, maaf jika aku masih belum bisa menghapus-mu, dan menjadikan itu semua suatu tanpa arti. Maaf jika manis senyummu sampai detik ini belum ada yang menggantikan. Terimakasih untuk selembar foto itu.
Terimakasih juga untuk kalian yang sudi membaca tulisan ini,
Oya setelah saya baca ulang sepertinya tulisan ini hanya semacam curhat-curhatan belaka, tapi masa bodo lah dengan pendapat kalian. Dan ada beberapa hal yang mungkin kalaian perlu tau, kenapa saya tak begitu mudah melupakan wanita ini, "dia" menurut saya sangat istimewa demi ke dua orang tua nya, "dia" rela mengubur dalam-dalam sejuta mimpi-mimpinya, demi kabahagiaan Orang Tua dia rela mengesampingkan sukanya, dan lagi setau saya dia tidak pernah mau mengasih potret dirinya untuk siapapun, mungkin saya lelaki pertama yang mendapatkan itu langsung dari-nya, mudah-mudahan saya bisa menjaga yang satu lembar ini.
Sekian Curhatisme dari saya tentang masa lalu, semoga di hari yang akan datang bisa ku temukan tulang rusukku yang sekarang entah dimana. Sekali lagi terimakasih untuk engkau yang telah mengajarkan pada ku arti setia dan pengorbanan demi segenggam kebahagiaan yang hakiki dan abadi.
Bahagialah engkau bersama keluarga dan anak-anak mu kelak, kini aku sudah mulai terbiasa dengan kesendirian nyata dan keramaian maya. Usah khawatir kapanpun kau bertemu dengan ku, kan selalu ku suguhkan senyum bahagia ini.
Salam Pena,
Coretan_Syair
"Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa"