Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Seuntai Rindu pada "BUNDA"

pada gulita malam yang tenang,,, ku tatap lekat wajah langit yang muram, seakan enggan untuk menitikkan hujan pada pualam wajah sang dewi malam, yang mengintip dari balik awan hitam, ku lempar sejuta rindu pada Bunda, seandai aku di-beri setitik kuasa,,, meski harus membelah langit,,, tentu akan ku lakukan,,, agar aku dapat bersimpuh di-pangku-mu,, dan mengisarat seuntai rindu,,, namun rindu ku hanya terkeluh pada malam,, dan sejuta bintang saksi kebisuan,,, rinduku-pun terkemas,, pada seuntai DO'A,,, BUNDA,,,, semoga dapat engku merasa,,, akan kerinduan dari anak-mu,,, Rhym In Peace,,, MOM,,, GOD Bleess You,,, "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Sang Penyair

Aku adalah sang penyair namun bukan penyair bukan coba tuk menetukan indahku ataupun mengatur irama nadaku bukan pula tuk menjunjung dhorihku Aku adalah sang penyair namun bukan penyair aku hanya ingin menulis, tiap apa yang hendak terlukis aku hanya ingin mencoret tiap kisah yang selalu tergores Aku adalah sang penyair namun bukan penyair aku hanya ingin berkata, tiap apa dalam jiwa aku hanya mau bicara, tiap apa melintas fikir Aku adalah sang penyair namun bukan penyair terserah mereka bicara tentang ku namun yang ku tahu hanya mengores pena ku Aku adalah sang penyair namun bukan penyair suka-suka mereka sajalah, berkata aku tentang apa, atau mungkin sang perusak sastra biarkan namun ini coretan ku Aku adalah sang penyair namun bukan penyair kalau kau memang tidak suka usah dikau banyak bicara biarkan jiwaku yang berkata tentang apa yang ku rasa Aku adalah sang penyair namun bukan penyair terserah kalian mereka atau saya yang penting aku bahagia mas...

Catatan Tengah Malam

Denting waktu menunjukkan pergantian hari ini namun tubuhku belum juga beristirahat sedang senyummu, hanya menjadi mimpi burukku aku hanya dapat menuliskan kata, dalam sebuah coretan tanpa makna ku redam sejuta kerinduanku dan kubakar jiwaku, pada kobaran asmaraku aku tak dapat lenyap, aku tak dapat mati, aku hanya tersiksa, siksa ternikmat asmara ini senyumanmu, semakin menyesakkan paru ku aku tersengal dalam keheningan malam, bintang yang coba kuurai dari awan hitam tak dapat ku gapai sebuah angan dirimu hanyalah mimpi, hadir dalam alam imaji, seharusnya aku membencimu, sebab luka yang kau toreh pada ku, namun aku tiada sanggup, namun aku semakin menyayangimu walau ku sadari, tiada lama lagi kau tak sendiri lagi, maka jika benar kau mencintai ku maka bayang-bayang ku, akan menjadi mimpi indah terburuk mu, dan kan kau rasakan, sesaknya paru ku, sebab kepulan asmaramu diantara dentingan tengah malam ini aku hanya dapat melengus dada, dan membiarkan m...