Perempuan Penakluk Surga
Nyawa telah dipertaruhkan oleh perempuan-perempuan hebat itu Sakit yang mereka rasakan bagai menghapi "Sang Pencabut Nyawa" Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup yang dikuliti Tetapi, Sakit yang ia tanggung sepadan dengan bahagia yang didapat Saat beliau dengar tangisan pertama jiwa yang suci Jerit tangisnya adalah tetesan air mata bahagia Bahkan Surga tak kan pernah bisa membeli bahagia itu Mungkin karena itulah, Surga tak akan pernah lebih mulia, dari telapak kaki seorang "Ibu" Mungkin karena itulah, Surga hanya berani bersembunyi, Dibawah telapak kaki seorang "Ibu" Dan Mungkin karena itulah, Aku sebut beliau, " Perempuan Penakluk Surga " Apakah kau akan tega?, membalas setiap kasihnya, dengan bentakan kau tak akan pernah bisa membeli setiap tetes kasihnya, walau dengan Surga dan seluruh kenikmatanya Karena, satu bentakan yang kau lempar kepada " Perempuan Penakluk Surg...