Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

Mesin cinta

Cinta itu sebuah mesin yang tidak mempunyai teori dia tidak mengenal keyakinan, suku, dan ras dia tidak mengenal perbedaan, namun cinta yakin akan sebuah penciptaan Cinta itu, bukan sesuatu untuk kita menuntu bukan jua, sesuatu untuk kita bisa overload namun cinta itu adalah sebuah penerima dan jua pemberi yang tiada mengharap imblan kembali persetan dengan teori kimia tentang CINTA mereka sang ahli berkata, Cinta itu adalah sebuah rasa yang muncul dari pandangan mata mengalir ke otak, untuk memberi respon rasa suka lalu ingin menjalani kehidupan berdua bahkan aku semakin tak peduli, karena ilmu matematika pun tiada ku temukan dalam teori cinta ya,,,,,, Cintaku memang gila, segila kehidupan yang ada di depan mata kita Cintaku memang buta, layaknya Si Buta yang berjalan di gulita Mungkin memang benar aku sudah gila dan lebih gilanya lagi aku benar tergila-gila padamu aku tak peduli, kau selalu acuhkanku aku tak peduli, kau selalu menghindariku bahkan...

Waktu

Detik perlahan merayap berganti dentingnya gaduh dalam keheningan sepi mengoyak bhatin kesepian Cinta rindu dendam pengharapan Namun apa yang dapat ku harap dari waktu sedang jiwaku terpasrah terpaku gelombang hidupku tak stabil dalam samudra jiwa sedang penantianku hanya berbuah sia-sia dan kini entah berapa lama ketika waktu berbicara tentang cinta sebuah harapan hampa penantian kekasih jiwa bhatin asmara ku telah keronta hanya menunggu waktu siramkan hujan cinta dan entah sampai kapan waktu itu menunjukkan massanya "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Kangen

Semua ini catatan tentang malam bersama seuntai kerinduan Hembukan hawa kala hari hendak berganti bisikkan seuntai rindu tentang mu Dan sebaris kenangan dihari lalu tak semudah itu terhapus dari lembar memory ku Aku tak tau dan tak mengerti Kenapa aku harus merindumu dan jua mencintamu Sedang kau tercipta bukan untukku semua itu tergores jelas dalam lembar takdir kita Aku tak bisa mengerti dan lebih parahnya aku tak mau peduli meski kau selalu acuhkanku aku semakin merindukanmu Aku kangen Canda mu Tawa mu Manja mu Aku kangen Marah mu Kesal mu jua cemberut mu Dan ketika kangen itu kian menusuk ku Aku hanya dalam menikmati indahmu dari sisi gelap ku Diwabah gulita langit malam ini biar kunikmati indah mu dari potret ayu wajah mu selembar foto yang kau kasih waktu itu tebungkus rapi dengan frame kayu tersimpan dalam almari jiwaku mungkin hanya itu sebagai obat kangenku akan ayu cipta wujud mu catatan: coretan ini, untuk seorang kawan yang te...

Bisikan Malam

dalam keheningan hembus lembut bisikan terdengar mendayu seirama alunan dalam kegelapan sepercik cahaya kerinduan padu keindahan irama keharmonisan seuntai kangen hendak ku ungkap namun bisikan malam seakan melarang hingga rindu menjadikan paru kian sesak Aku tak mengerti ketika tiada lagi coretan arti sedang malam ku terlalu gaduh pada bisik keheningan namun tiap gores coretan jujur tiada kepalsuan kini aku berbisik, pada bisikan malam tentang sebuah lagu kerinduan melantun bersama syair coretan jelas itu semua bukan kepalsuan aku bisa menipumu, juga semua tentang bisikan malam namun aku tak bisa menipuku tentang sebuah bisik kerinduan pada titik akhir aku hanya bisa terdiam saat kau sudah menetukan pilihan akupun mengaduh pada bisikan malam dan ku mohonkan sebuah ketenangan walau jiwaku penuh penyiksaan tentang cinta dan pengorbanan semua itu hanya seuntai perasaan akan terhapus bersama masa yang datang walau aku penuh keraguan aku hanya bisa hen...

Malam dan Pelita

dalam kegelapan malam, sepercik pelita ku harap, sebagi kawan di kesunyian, dentingan nada itu, menguak kembali memory yang lalu aku ikut berdendang bersama alunannya pelita dalam gelap ku cahaya terang kala ku susuri lorong hidup selintas bayang kasih, tersirat dari pelitaku, pelita ku sahabat dalam keheningan malam ku tak lagi gaduh seperti kemarin hanya nyanyian alam terdengar merdu berselimut hangat pelita itu aku,,, aku tak tau lagi kemana arah ku tuju semua terlapau gulita, bagiku yang begitu lemah dalam malam ku, kini, ini lah aku, aku bukan si angkuh seperti dulu bukan pula yang tegar bersama malam aku begitu takut kala senja menyapa bukan,,,,, bukan karena gelapnya yang ku takut karena hidup ku sudah terlampau gulita aku takut, dan aku tak mampu, untuk menatap lebih lekat, sang dewi malam di balik awan hitam aku begitu iba memandang wajah muramnya kemerlip seribu bintang kadang menghilang pergi tanpa ber-jejak dan yang lebih aku takutkan ...