Postingan

Menampilkan postingan dengan label penyair

Gadis itu

Inspirasiku terhimpit, di sela-sela dingin malam Inspirasiku terpasung, bersama jiwaku yang mematung Inspirasiku tetahan, dilekung senyum gadis itu Saat ku tak tau apa yang hendak ku gores Kenangan di hari lalu, masih indah terpoles Pada dinding-dinding kerapuhan jiwa yang kian merana Saat ku merindu sosok di samping ku Dia yang akan sudi memoles buruk ku Dia yang akan sudi mengusap peluh ku Dia yang sudi memberi peluknya untuk tenang ku Saat ku merindu sosok di sisi ku Dia, tempat ku berbagi canda dan tawa Dia, tempat ku menyepi pada kebisingan dunia Ketika ku tengok masa lalu, Ku tau gadis itu telah berlalu Bersama senyum yang menyipu Ketika ku intip masa depan Gadis sepeti itu belum ku temukan Mungkikah dia masih sendirian dan mengharap sebuah kehadiran pada satu titik proses penantian itu secuil impian atau harapan aku tak mengerti atau sebuah angan kekosongan aku tak dapat memahami Hai kamu,,,, mungkin lawan atau kawan, dan entah siapa saja kamu...

Kangen

Semua ini catatan tentang malam bersama seuntai kerinduan Hembukan hawa kala hari hendak berganti bisikkan seuntai rindu tentang mu Dan sebaris kenangan dihari lalu tak semudah itu terhapus dari lembar memory ku Aku tak tau dan tak mengerti Kenapa aku harus merindumu dan jua mencintamu Sedang kau tercipta bukan untukku semua itu tergores jelas dalam lembar takdir kita Aku tak bisa mengerti dan lebih parahnya aku tak mau peduli meski kau selalu acuhkanku aku semakin merindukanmu Aku kangen Canda mu Tawa mu Manja mu Aku kangen Marah mu Kesal mu jua cemberut mu Dan ketika kangen itu kian menusuk ku Aku hanya dalam menikmati indahmu dari sisi gelap ku Diwabah gulita langit malam ini biar kunikmati indah mu dari potret ayu wajah mu selembar foto yang kau kasih waktu itu tebungkus rapi dengan frame kayu tersimpan dalam almari jiwaku mungkin hanya itu sebagai obat kangenku akan ayu cipta wujud mu catatan: coretan ini, untuk seorang kawan yang te...

Bisikan Malam

dalam keheningan hembus lembut bisikan terdengar mendayu seirama alunan dalam kegelapan sepercik cahaya kerinduan padu keindahan irama keharmonisan seuntai kangen hendak ku ungkap namun bisikan malam seakan melarang hingga rindu menjadikan paru kian sesak Aku tak mengerti ketika tiada lagi coretan arti sedang malam ku terlalu gaduh pada bisik keheningan namun tiap gores coretan jujur tiada kepalsuan kini aku berbisik, pada bisikan malam tentang sebuah lagu kerinduan melantun bersama syair coretan jelas itu semua bukan kepalsuan aku bisa menipumu, juga semua tentang bisikan malam namun aku tak bisa menipuku tentang sebuah bisik kerinduan pada titik akhir aku hanya bisa terdiam saat kau sudah menetukan pilihan akupun mengaduh pada bisikan malam dan ku mohonkan sebuah ketenangan walau jiwaku penuh penyiksaan tentang cinta dan pengorbanan semua itu hanya seuntai perasaan akan terhapus bersama masa yang datang walau aku penuh keraguan aku hanya bisa hen...

Sang Penyair

Aku adalah sang penyair namun bukan penyair bukan coba tuk menetukan indahku ataupun mengatur irama nadaku bukan pula tuk menjunjung dhorihku Aku adalah sang penyair namun bukan penyair aku hanya ingin menulis, tiap apa yang hendak terlukis aku hanya ingin mencoret tiap kisah yang selalu tergores Aku adalah sang penyair namun bukan penyair aku hanya ingin berkata, tiap apa dalam jiwa aku hanya mau bicara, tiap apa melintas fikir Aku adalah sang penyair namun bukan penyair terserah mereka bicara tentang ku namun yang ku tahu hanya mengores pena ku Aku adalah sang penyair namun bukan penyair suka-suka mereka sajalah, berkata aku tentang apa, atau mungkin sang perusak sastra biarkan namun ini coretan ku Aku adalah sang penyair namun bukan penyair kalau kau memang tidak suka usah dikau banyak bicara biarkan jiwaku yang berkata tentang apa yang ku rasa Aku adalah sang penyair namun bukan penyair terserah kalian mereka atau saya yang penting aku bahagia mas...

Perempuan Penakluk Surga

Nyawa telah dipertaruhkan oleh perempuan-perempuan hebat itu Sakit yang mereka rasakan bagai menghapi "Sang Pencabut Nyawa" Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup yang dikuliti Tetapi, Sakit yang ia tanggung sepadan dengan bahagia yang didapat Saat beliau dengar tangisan pertama jiwa yang suci Jerit tangisnya adalah tetesan air mata bahagia Bahkan Surga tak kan pernah bisa membeli bahagia itu Mungkin karena itulah, Surga tak akan pernah lebih mulia, dari telapak kaki seorang "Ibu"  Mungkin karena itulah, Surga hanya berani bersembunyi, Dibawah telapak kaki seorang "Ibu"  Dan Mungkin karena itulah, Aku sebut beliau, " Perempuan Penakluk Surga " Apakah kau akan tega?, membalas setiap kasihnya, dengan bentakan kau tak akan pernah bisa membeli setiap tetes kasihnya, walau dengan Surga dan seluruh kenikmatanya Karena, satu bentakan yang kau lempar kepada " Perempuan Penakluk Surg...

"AKU" & kekonyolan seuntai "Rasa"

kabar yang kudapat dari orang-orang disekitar-mu makin berseliweran tak karuan, seakan semua ini, keputusan yang tiada kepastian segunung harapan yang hampir kurobohkan kemarin dengan keraguan coba untuk meng-kokoh aku tak dapat mengerti, apa yang terjadi pada diri ini, senyum-mu tak dapat ku kupas dari dinding-dinging hati-ku dalam diam aku masih mengharap-mu apalagi sejak ku tahu,,,,, hari pengukungan mu atas nama rumah tangga dengan sosok bernama dia,,, kian hari kian di-undur,,,, tak dapat ku pungkiri,,, jika dalam tiap untaian do'a-ku aku berharap pada Sang Penguasa semoga kau tak dapat ber-satu terkecuali denga aku,,,, memang aku terlihat kejam di-sini, sebab ak menginginkan-mu, tak cuma sekedar cinta itu,, lebih dari itu,,,,, engkau-lah teman yang selalu kuharap,,,, menanti kematian datang menghadap,,, in english page: Coretan Syair (English-Versions) "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!...

Hujan dan Awan Hitam

Air mata langit meniti, ketika bara membakar jiwa rindu yang membeku mencair bersama datang guyuran air sadarkan jiwa, pada segumpal awan hitam ku adukan sepi pada kegaduahan mulai kurangkai, lukisan kata namun asmara, terbias keangkuhan awan hitam hujan dan awan hitam lukis indah dihari siang aku ternganga sebab untai kerinduan ketika sebuah tanya terlontar awan hitam dan hujan hanya terdiam sebab tanya itu hanya sepenggal rindu mengapa harus kepadamu yang tiada dapat kubeli untaian rasa cinta itu in english page: Coretan Syair (English-Versions) "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

hadirmu bersama senja

Hadirmu Bersama Senja Senja rona memerah lukis goresan indah bersama hadirnya senyumu dalam balutan rona merah senja dibalik jendela kamar ini kunikmati angin berhembus sepoi menerpa wajah yang lelah terbakar oleh surya dibalik jendela kamar ini kunikmati senyummu dijalan itu bersama hadirnya sang senja ku lukis indahmu, pada dinding-dinding imajiku lalu ku dendangkan namamu mengiringi khayal terindahku mengharapmu, menjadi alunan syimphoni terindah pada daratan anda hidup ku dan menjadi pelabuhan termegah tuk meng-Istirahatkan perahu ku Mengajakmu berlayar mengarungi samudra hidup ini ketika ku tersentak pada sadarku aku berharap semua ini, bukan hanya mimpi, dan disini aku tetap menanti Hadirmu Bersama Senja "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Keadilan

kemana lagi hendak ku cari keadilan di negeri ini apakah kepelosok sepi hingga mungkin tiada arti untuk apa tercipta negara ini? sedang kegunaannya masih ku cari aku hanya dapat mengadu pada sepi tentang omong kosong keadilan negeri ini keadilan mereka gembar-gemborkan melalui lembar slogan-slogan namun kata tiada perbuatan bahkan hanya menjadi sebuah tulisan sedang keadilan tiada pernah kami dapatkan keadilan memang harus tegak tak hanya jadi bahan ngakak mungkin aku adalah pemberontak karena adil tak kunjung tegak surat buat wakil rakyat sudah lama dilayangkan iwan-fals namun yang ada pemerintah hanya males percuma kuadukan pada sang sepi atau buyarkan saja negri ini sebab aku kaum tiada arti dari kumpulan orang tak mengerti bukan sebab tidak tau diri karena kami mau saja dibodohi dan keadilan hanya akan menjadi sebuah mimpi "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Gema Adzan Subuh

Gema Adzan Subuh merasuk telinga sadarkan raga dari buai mimpi tersentak sebab panggilan Illahi Basuh tiap inci tubuh ini bersama aliran air suci sempurnakan kesadaran diri Sujud simpuh dibawah kuasa ilahi pada tingkat sahaya tempatkan diri menyapu kotoran jengkal bhatin ini "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Rindu Dosa

Mereka sebut ini dosa hanya seteguk rindu asmara sedang cinta ku tak tau kemana riba nya aku hanyalah lelaki pe-Rindu Dosa pada sosok wujud gadis  ku puja sebab dia telah bersama pendampingnya memadu kasi diantara gulita Biarkan aku menjadi lelaki pen-Dosa sebab merindu maniz senyumnya sosok wanita, pada lampaunya masa pen-Dosa akulah lelaki itu sebab hanya seuntai rinduku begitulah mereka menyebut-ku dan biar ku nikmati Rindu Dosa-ku Sebab menghapus mu aku tak mampu kian membuat padih gores luka-ku maafkan aku oleh sebab Dosa Rindu akan sosok wujudmu bersama hadir senyum manis itu "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Cinta

ini adalah segores tentang rasa terbias oleh candu asamara merujuk pada dewi kasih menyatu dalam seuntai rasa Semua ini tentang cinta tiada ku temukan teori penjelas-nya serap habis inti dari jengkal kata coba menghadirkan lukis indahnya namun yang tercipta hanya luka Cinta, candu asmara yang hanya menghadirkan derita membentuk raja menjadi hamba dan merajakan tiap-tiap hamba Teori evolisi tak terdapat dalam cinta begitu pula dengan rumus kimia dan matematika tiada ilmu pasti yang menerjemahkannya Ketika cinta tiada kepastian hanya sepenggal rasa yang dapat mengerti tentangnya Cinta Cerita Indah Nan Tiada Akhir meski menyayatkan seribu duka senyum manisnya pelipur lara,,,,,, "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

LOLONG

lolong anjing tengah malam koyak sepi keheningan buyar lamun khayalan usik sepi kesendirian Beranjak pergi keperaduan lepas letih kuras tenaga seharian terpojok sepi kamar kegelapan merangkai seuntai angan rencana tak seindah kuasa TUHAN mentari esok pancar keindahan lolong anjing malam gaduh tercipta dari keheningan keriput wajah lukis ketakutan menanti esok tiada kepastian lolong anjing malam iringi langkah gontai peristirahatan "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

KeGelapaN

Gelap merayap perlahan Kian melekat dalam kesunyian Aku tersingkir dari keramaian terpojok sepi dalam kesendirian Semua yang kucoretkan tentang sepi dan malam Dimana tempat bhatin dan jiwa bersemayam Aku terbiasa sendiri dan diam Walau disisiku ribuan orang tertawa girang Aku adalah aku Sang malam dan kegelapan sekitar tiada kepedulian hanya kesendirian aku adalah aku tentang gelap dan malam bermain dalam harmoni kesatuan Aku adalah aku bersama sejuta bintang bermain diantara kilaunya dengan riang meski ribuan jarak yang membentang Aku adalah aku yang mereka sangka tanpa tujuan dan tersingkir dari kegaduh dan galauan Aku adalah aku Bersemayam dalam kegelapan "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Tak ada Coretan

malam ini jemari ku seperti enggan berdansa diatas lembaran putih yang suci hanya dapat ku pandang lekat sahaja karena hati bimbang tiada pasti malam ini entah apa yang dapat ku gores sedang tinta ku telah meresap dalam jiwa dan lembara-lembaran itu seperti replica belaka aku tak dapat mencoret kembali sedang hatiku telah berteriak keras aku tak tau kemana arah fikir ini melayang sedang dalam angan hanya ada lamunan terkadang aku ak mengerti kenapa mereka tiada peduli sedang disini aku berfikir sendiri dan, tiada lagi yang dapat ku coret kecuali rangkaian muram kisah Si lelaki kesepian merakit mimpi bersama angan "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)

Lelaki Senja

Lelaki senja dengan rona merah mega Menatap lekat jiwa-jiwa merana Hembus angin sepoi tentramkan derita Menyibak tabir kisah lama Lelaki senja denga rona merah mega Terpaku diantara sepi hiruk pikuk kota Mencoba menguntai sisa-sisa asmara Bersama sang mega menyapa gulita Lelaki senja dengan rona merah mega Disulut kembali batang tembakaunya Dengan sejuta api menjadi bara Kepulan asap merayap pelan dari mulut menganga Lelaki senja denga rona merah mega Kobaran emosi yang kian membara Diterka dengan akal warasnya Terpasung tegas dalam jiwa Lelaki senja dengan rona merah mega Kini mimpinya hanya angan belaka Tersingkir disudut gempita menuai malam sepinya "Sebuah Karya dari Sepenggal Rasa" © by Coretan Syair (Sya!R B3RdaR@H)